Ahmad Rifandi

LIBURAN BERBALUT DUKA KM ZAHRO EXPRESS

3 Jan 2017 - 22:46 WIB

Baru saja umat manusia bergembira berlibur dan berwisata pada perhelatan tahun baru, selimut duka masih berkabung pada 23 keluarga korban Kapal Zahro Express, DKI Jakarta. Itu belum ditambah dengan 17 korban hilang lainnya. Momen yang seharusnya menjadi suka cita bersama yang mungkin akan dipajang sebagai “Album Wisata Keluarga” , namun tak dinyana, memori 01-01-17 di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu menjadi  kenangan pahit bagi si keluarga korban.

 Kondisi Kapal paca kebakaran/Sumber foto: detiknkri.com

Seperti yang dilansir dari beberapa media massa, Kapal Zahro Express yang mengangkut sekitar 251 penumpang ini mengalami kebakaran hebat. Ironisnya, kapal ini hanya berbekal 100 buah pelampung untuk kebutuhan darurat. Sangat memprihatinkan, saat terjadi peristiwa darurat, tampak jelas 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka parah, 17 lainnya hilang, dan 194 orang selamat.

 

Kementerian Perhubungan pun langsung bertindak untuk hal naas ini. Kemenhub Dirjen Perhubungan Laut pun langsung mencabut izin operasional pelayaran untuk kapal milik swasta tersebut. Hal ini karena Kapal wisata tersebut sudah menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelayaran.

 

 Kapal yang hendak menyeberang ke Pulau Tidung ini nekad menampung lebih dari 200-an penumpang dengan kapasitas pelampung yang hanya 100 unit. Sepertinya Peringatan menggunakan pelampung yang terlulis di depan penumpang/ belakang nahkoda hanya “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”. Yang begitu hal darurat terjadi, maka semrawutlah sistem pengamanan dan keselamatannya. Ada kejanggalan dengan data manifes KM Zahro Ekspress, dan penumpang melonjak naik tanpa sepengetahuan Kementerian, seperti itulah yang dipikirkan Menteri Budi Karya Sumadi setelah peristiwa itu terjadi. Pertanyaannya, lantas harus terjadi dulu, barulah kebijakannya diperketat? Hukum dilayangkan? Ini bukan soal hukum dan kebijakan, tapi perkara pengawasan dan kepastian keamanan di momen yang insidental.

 

Nasi sudah menjadi bubur. Kapal sudah terbakar, penumpang pun sudah sebagian yang menjadi korban. Tentunya kita tidak akan menghabiskan energi mengenai siapa yang dijadikan kambing berbulu hitam untuk hal ini. Pelajaran demi pelajaran sudah kita telan bersama. Masyarakat pun sudah 2 hari belakangan mengonsumsi berita semacam ini. Ada yang berempati, ada yang saling menyalahkan, namun ada juga yang turun ke lapangan meski sekadar memberikan bantuan seadanya.

 

MARI INTROSPEKSI BERSAMA

Kecelakaan kapal Zahro Express merupakan kali kesekian dari beberapa kapal lainnya sebagai bahan pergunjingan kapal penumpang yang berakhir apes. Tak ayal lagi, publik pun menilainya layaknya pemeran antagonis yang tak diizinkan untuk tampil kembali dalam pagelaran. Alih- alih mengalunkan janji kenyamanan bagi para penumpang, kapal ini malah menyodorkan mimpi buruk bagi mereka.

 

Setiap awak kapal yang ingin berlayar, hendaklah memberikan kepastian keamanan dan keselamatan penumpang, dengan memenuhi SOP yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Di luar SOP, si pengelola kapal juga mesti memberikan kebijakan tambahan agar pelayaran kapal dijalankan secara profesional. Itu mutlak dipenuhi Jika tak ingin menjadi objek gunjingan di mata masyarakat dan hukum.

 

Bagi pemimpin Negeri yang sudah dimandatkan oleh rakyatnya, pastinya tak mau kejadian ini terulang kembali. Tak hanya soal regulasi pelayaran, namun pengawasan dari hulu ke hilir pun harus benar-benar terpenuhi. Tidak hanya berhenti di urusan polisi dan kasus hukumnya saja. Kelalaian dalam pengawasan bisa berakibat fatal untuk hilangnya beberapa nyawa. Ini tak lepas dari peran pemerintah masing-masing daerah.

 

Kalau kapal sekelas Kapal Wisata saja pelampungnya kurang, bagaimana dengan kapal penumpang massal. Jangan sampai seperti adegan Rose dan Jack dalam cuplikan film Titanic yang sengsara di Samudera Atlantik terulang kembali secara tragis di perairan Indonesia. (*)

 *Dimuat di Koran Tribun Kaltim tgl 4 Januari 2017

 


TAGS   peristiwa /


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Arsip Saya